Indra Dewanto

Saya sudah bertahun-tahun loyal ke perusahaan, mengapa perusahaan tidak memberi banyak ke saya?

Saya sudah lama bekerja di sini, tetapi manajemen tidak menghargai saya?

Banyak orang mengukur loyalitas ke perusahaan dengan masa kerja atau lama kerja. Bagi mereka semakin lama seseorang berada di suatu perusahaan, semakin loyal mereka terhadap perusahaan tersebut. Tentu saja, itu pandangan yang kurang tepat.

Pada praktiknya, lama tidaknya seseorang di suatu perusahaan bukan merupakan pertanda bahwa orang tersebut loyal kepada perusahaan. Lebih-lebih, bila selama bekerja di perusahaan orang tersebut mempunyai produktivitas yang rendah, tidak inovatif, dan sering mencari-cari masalah di kantor. Orang-orang seperti ini, justru tidak diharapkan oleh manajemen perusahaan, juga tidak diharapkan oleh teman-temannya sendiri.

Loyalitas, dalam banyak hal berarti “bagaimana saya benar-benar terlibat dengan perusahaan atau pekerjaan”. Istilah kerennya, bagaimana saya engage dengan perusahaan. Kalau saya bekerja di suatu perusahaan tetapi saya tidak mampu memberikan seluruh ilmu dan keterampilan kepada perusahaan, bisa jadi saya belum engage sepenuhnya dengan perusahaan tersebut. Atau kalau saya berada di suatu perusahaan, tetapi saya tidak berusaha sungguh-sungguh memecahkan masalah yang menjadi tanggung jawab saya, berarti saya pun belum engage sepenuhnya dengan perusahaan.

Dibandingkan dengan karyawan yang tidak engage, riset di Amerika menyebutkan karyawan yang engage dengan perusahaan mempunyai kemungkinan 2 kali lebih besar untuk berkinerja tinggi, memiliki kemungkinan 7 kali lebih besar untuk merasa dihargai, memiliki kemungkinan 10 kali lebih besar untuk maju dengan ide kreatif, dan mempunyai kemungkinan 1,5 kali lebih besar untuk tempat tinggal di perusahaan meskipun ditawari pekerjaan yang lebih baik di tempat lain.

Dalam Aon Hewitt Model, employee engagement terlihat dari tiga unsur yaitu say, stay, dan strive, yang masing-masing terdiri dari dua hal :

  • Say, yaitu mengatakan hal-hal positif tentang perusahaan, rekan kerja, atasan, maupun customer. Say ini terdiri dari dua hal :
    • Saya tidak ragu-ragu untuk merekomendasikan perusahaan tempat saya bekerja kepada orang lain.
    • Saya menceritakan hal-hal baik di perusahaan saya.
  • Stay, yaitu mempunyai rasa memiliki yang tinggi dan merasa sebagai bagian dari perusahaan. Stay terdiri dari dua hal juga :
    • Saya akan membuang banyak hal bila meninggal perusahaan ini.
    • Saya jarang sekali berpikir untuk meninggalkan perusahaan ini.
  • Strive, yaitu motivasi dan usaha yang lebih banyak untuk menciptakan keberhasilan dalam pekerjaan bagi perusahaan.. Strive terdiri dari dua hal :
  • Perusahaan ini menginspirasi saya untuk memberikan yang terbaik setiap hari.
  • Perusahaan ini memotivasi saya untuk memberikan kontribusi lebih dari yang seharusnya.

Secara praktis, sebagai Leader, dalam hal engagement Anda dapat juga memperhatikan hal-hal berikut :

  • Karyawan yang engage mempercayai visi dan misi perusahaan
  • Karyawan yang engage mencintai pekerjaan mereka dan mempunyai gambaran besar hal-hal yang mereka kerjakan
  • Karyawan yang engage tidak membutuhkan disiplin dari luar
  • Karyawan yang engage menampilkan antusiasme, semangat, dan energi yang tinggi setiap hari
  • Karyawan yang engage saling percaya dengan rekan kerjanya

Tugas setiap Leader adalah menciptakan engagement yang kuat di antara anak buahnya. Semakin kuat engagement mereka, semakin besar kemungkinan mereka untuk dapat berkontribusi bagi perusahaan.

 

#Leadership #LeadershipCoaching #Engagement #EmployeeEngagement #HumanCapital #HumanResources

 

Leave A Comment

Recommended Posts